Laman

Sunday, February 27, 2011

Mitos Adanya Pasar Setan di Puncak Gunung Merbabu




Makhluk halus pun nampaknya perlu bertransaksi antar sesamanya. Buktinya ada Pasar Setan yang selalu ramai tiap malam di puncak merbabu. Hanya isapan jempol? Misteri membuktikannya sendiri.

Pasar Setan! Sepertinya perkataan ini sangat naif didengar telinga kita. Tapi fenomena ini sudah lama beredar di lingkungan masyarakat yang tinggal di lereng Merbabu, salah satu gunung yang sangat dikeramatkan di Tanah Jawa. Konon di puncak, atau barangkali juga di salah satu bagian gunung ini terdapat apa yang dinamakan Pasar Setan. Benarkah begitu? Ini cukup membuat penasaran. Selain merbabu, ada banyak gunung angker lainnya di indonesia, selengkapnya bisa dilihat disini.

Bersama Team Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat, Misteri berkesempatan mencoba memastikan tentang keberadaan Pasar Setan Puncak Merbabu itu.


29 Maret 2001 rombongan Mapala berangkat. Team tersebut berjumlah 9 orang, sudah termasuk Misteri. Mereka adalah: Rudi, Irwan, Jimmy, Edwin, Rahmad, Thomas, Amin Ridwan, Sutrisno. Mereka tergabung dari berbagai Fakultas.

30 Maret, saat matahari terbit di langit ufuk Timur kami telah sampai di Kaki gunung Merbabu. Alhamdulilah perjalanan berlangsung sangat tancar tanpa aral melintang. Sebagai langkah pertama, kami mulai beradapfasi dengan penduduk di sekitar kaki Gunung Merbabu, yang sebagian besar masih berbahasa Jawa totok. Maksud tujuan kami beradaptasi yang terutama adalah untuk mengetahui informasi seluk-beluk tentang kepercayaan adanya Pasar Setan di puncak Merbabu sana. Tak banyak hal yang berhasil kami sadap sekaitan fenomena tersebut. Yang pasti, seusai memperoleh berbagai informasi tentang segala sesuatu di Merbabu, kami membuat rencana pendakian.
Sambil menyusun rencana pendakian, untak melepas lelah kami istirahat satu hari satu malam. Baru pada paginya, tepat jam 08 kami mulai mendaki. Kondisi team saat mendaki tak jauh bedanya dengan TNI ketika latihan perang.



Ketika kami sampal di sebuah area, yang menurut warga setempat disebut Ketong Songo, kami menemui kejadian yang ganjil. Kenyataan ini membuat kami sangat penasaran. Ketika berada di area ini, kami bertemu dengan jasad lelaki yang telah meninggal. Posisi mayat tersebut dalam keadaan semedi. Anehnya, tubuh lelaki ini sama sekali tidak menebarkan bau busuk. Hanya pakaiannya yang nampak lusuh dengan tubuh nampak kering kerontang. Benarkah apa yang telah kami lihat? Ini benar kasat mata nyata adanya. Semua anggota tim melihatnya.

Mungkin, keadaan tubuh lelaki paroh baya itu telah sedingin es. Misteri mencoba mengambil gambar jasad tersebut dengan jepretan kamera. Hampir saja jantung ini copot. Betapa tidak, ketika Misteri menekan tombol kamera, tiba-tiba jasad tadi lenyap begitu saja, entah kemana.
Kejadian aneh ini disaksikan oleh seluruh anggota tim. Melihat kenyataan ini, beberapa anggota tim tak dapat menutupi perasaan takut. Mereka mengusulkan agar pendakian dibatalkan.

Setelah musyawarah, keputusan yang diambil pendakian akan tetap diteruskan. Kami berpegang pada prinsif awal, bahwa kedatangan kami ke Merbabu bukan dengan tujuan tidak baik, apalagi ingin berbuat onar. Dan yang pasti, kami sepakat untuk selalu mengingat pesan yang diwanti-wantikan oleh salah seorang tetua warga yang kami temui di lereng kemarin, bahwa sepatah katapun kami tidak boleh berkata yang berbau melecehkan keadaan setempat. Juga diwanti-wani agar bila bertemu atau menjumpai apapun kani diminta diam, tak perlu banyak komentar apalagi menduga yang tidak-tidak.

Bismillah! Akhirnya, kami melanjutkan pendakian. Beberapa jam kemudian kami sampai di Tanjakan Setan. Di tempat ini lebih mencekam lagi, mana kala kami beristirahat dan merebahkan tubuh kami di bawah tenda. Keputusan beristirahat ini kami ambil karena hari telah memasuki senja.

Malam hari, sebuah kejadian aneh kembali berlangsung. Persis pada tengah malam. Rudi yang terjaga dari tidur mengaku melihat ada 5 jasad perempuan yang seperti menempel di atas perbukitan dekat kami berkemah.

Rudi yang terkenal sangat pemberani pelan-pelan membangunkan anggota tim yang lain, termasuk Misteri. Namun apa yang terjadi, manakala kami semua telah bangun, ke lima jasad yang tertempel itu pun lenyap. Tapi, Misteri sendiri sempat melihatnya. Kelima jasad perempuan itu sepertinya telah lama mati. Tubuh mereka kurus kering dengan pakaian compang-camping. Entah siapa mereka, Misteri tak berani menyusun dugaan.

Pagi harinya, dari Tanjakan Setan Misteri mencoba membidikan kamera untuk merekam alam sekitar Merbabu. Usai itu kami pun mulai melanjutkan perjalanan menuju Pasar Setan. Di tengah-tengah perjalanan, Thomas yang telah diperingatkan agar tidak memakai baju merah, rupanya nekad memakai baju larangan tersebut. Ujung-ujungnya, Thomas kesasar ketika hendak membuang air kecil di dekat salah satu pohon. Dia kesasar sekitar 250 meter. la baru datang hampir sejam lamanya setelah kami duluan sampai di Pasar Setan.

Pasar Setan! Sebenamya tidak ada yang istimewa dengan tempat berjuluk menyeramkan ini, terutama pada saat siang. Secara kasat mata semuanya biasa-biasa saja. Hanya bentangan perbukitan dengan pohon-pohon besar dan kecil, juga semak-belukar yang merimbun.

Namun, ketika malam hari tiba, semuanya berubah. Perubahan tersebut terjadi pada suhu udara yang mendadak sangat dingin, begitupun keadaan di tenda-tenda kami yang tak jaun dari titik lokasi. Sekitar 300 meter. Dan, malam Itu, sepertinya kami mendengar sebuah keramaian.

Dengan sistim perseparoh anggota, kami memastikan arah keramaian tersebut. Teryata setelah kami lihat dari atas, terlihat di bawah kami nampak suasana sebuah pasar, tepatnya berada di Tanjakan Setan yang telah kami lewati senja tadi. Astagfirullah! Bagaimana bisa kenyataan ini terjadi dalam kebenaran yang sesungguhnya?


Kami hanya bisa diam seribu bahasa. Kami berkeinginan memberanikan diri memasuki Pasar Setan itu. Tapi, untuk menuju ke sana pada malam hari jelas tidak mungkin. Di samping medannya yang cukup berat, juga kemungkinan adanya resiko gaib. Akhirnya, kami hanya bisa memandangi Pasar Setan dari kejauhan.

Sekitar 20 menit kami kembali ke tenda. Anggota tim yang sejak tadi berada di tenda ingin tahu juga tentang keberadaan, pasar dedemit tersebut. Setelah beberapa jam kemudian anggota tim kedua ini kembali ke tenda, mereka menyatakan jika pasar itu masih ada. Suara keramaian pasar tersebut tidak kedengaran lagi manakala tim Mapala menyalakan api unggun.

Pagi harinya, karena penasaran dengan keadaan semalam, kami turun dan mendatangi lokasi Pasar Setan tersebut. Sesampai di tempat tersebut, kami tidak menemukan apapun. Jangankan bekas sampah dari berbagai jenis makanan yang mereka jual, gubug dan barak-baraknya pun tidak ada, apa lagi gerobak bakso. Padahal, semalam kami melihat pasar tersebut sangat lengkap. Ada yang jualan es, penjual bakso, penjual soto, penjual sayur-sayuran, penjual buah-buahan dsb.

Menurut keterangan warga setempat ke beradaan Pasar Setan tersebut memang ada. Dan ini sudah tidak asing lagi. bagi-warga yang mukim di lerang Merbabu
.
Sementara itu, menyangkut lima jasad wanita yang menempel di perbukitan dan seseorang yang mati dalam posisi bersemedi tersebut, beberapa warga setempat menyatakan bahwa sebenarnya di Pasar Setan tersebut, sering menelan korban. Namun kejadian tersebut sengaja dirahasiakan oleh warga setempat. Karena bila mereka membocorkan rahasia tersebut, pasti akan menerima musibah. Entah sakit, entah meninggal. Makanya, mereka lebih menyayangi nyawa mereka dari pada membocorkan rahasia.

Konon, kebanyakan korban menimpa pada orang yang bermaksud mencari pesugihan, atau orang yang tidak ijin ketika hendak memasuki Pasar Setan. Makanya, warga selalu mengingatkan para pendatang, pendaki, atau pencari pesugihan, agar sebelum memasuki lokasi Merbabu harus memberi salam terlebih dahulu

Bagi yang belum pemah mendaki Merbabu, mungkin sulit percaya dengan adanya Pasar Setan tersebut. Tapi jika ingin bukti, silahkan saja daki Merbabu.


Pasar setan yang beli siapa yah?? jangan2 mahkhluk kaya gn

Lihat Selengkapnya......

Ayam Sembelih Majikannya Sampai Tewas



Seekor ayam jago 'membalas dendam' pada tuannya karena sering memaksa dia bertarung di arena sabung ayam. Sang tuan pun tewas di kaki si ayam.

Ayam jago tersebut menyerang tuannya, Singrai Soren, dengan cara menyabetkan silet yang terpasang di kaki. Kejadian ini berlangsung saat ayam dipaksa bertarung di arena. Si ayam pun berontak sehingga silet itu mengenai leher Soren. Soren pun terkapar bersimbah darah.

Salah satu teman Soren bernama Dasai mengatakan ayam jago 'pelaku pembunuhan' itu selama ini sudah sering mencoba kabur dari arena sabung ayam. "Tapi Soren terus memaksa ayamnya bertarung," kata dia.

Dasai menduga perlakuan itulah yang kemudian membuat ayam kesal lalu berbalik menyerang Soren.

Normalnya, lanjut Dasai, ayam petarung diberi waktu istirahat, setidaknya satu jam, sebelum bertarung lagi dengan lawan lain.

"Tapi Soren ingin ayamnya kembali lagi ke ring dalam beberapa menit dari laga pertama. Ayam itu sepertinya kesal."

Setelah kejadian, kasus ini dilaporkan ke polisi. Kepolisian India pun mengejar ayam tersebut untuk dimatikan. Namun, mereka tak terlalu yakin bisa menemukannya.

Kepolisian setempat kemudian mengingatkan warga agar waspada pada ayam 'pembunuh' yang berbulu hitam dan merah itu.

Sejumlah warga di Desa Mohanpur, Bengal Barat, selama ini memang dikenal sangat menyukai judi adu ayam. Untuk menaikkan adrenalin, mereka memasang silet di kaki ayam aduan. Ayam-ayam pun dipaksa bertarung dengan senjata tambahan itu.

Sumber: http://www.zonamaya.info/2011/02/ayam-sembelih-majikannya-sampai-tewas.html

Lihat Selengkapnya......

Cewek ABG Ber-Jilbab Makin Banyak Yang Beginian








Sumber: http://www.zonamaya.info/2011/02/cewek-abg-ber-jilbab-makin-banyak-yang.html
 
 
YANG LEBIH HOT KLIK DISINI 
 
 
 
 
 

Lihat Selengkapnya......

Akting Jenny Cortez Yang Mantabz Saat Adegan Di Atas Ranjang













Sumber: http://www.zonamaya.info/2011/02/akting-jenny-cortez-yang-mantabz-saat.html
YG LEBIH HOT KLIK DISNI 

Lihat Selengkapnya......

Kerbau Melahirkan Anak Manusia..

Jadi Pesen ane Mo ML sapa apa aja jgn lupa pake CONDOM










Lihat Selengkapnya......

Di Gorontalo, Gadis Kecil Ini Mirip Kera Sejak dari Lahir





Anak Terlahir dengan Fisik Kera. Seorang anak di Gorontalo memiliki fisik seperti kera, dimana bagian rahang tampak menjulang ke depan, dan di sekitar wajah hingga tubuhnya ditumbui banyak bulu.





Septiani, penderita kelainan fisik di Gorontalo tetap ceria, bermain bersama rekan-rekannya. Menurut gurunya, Septiani merupakan siswa yang memiliki prestasi baik.



Seorang anak di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Septiani memiliki kelainan fisik sejak kecil. Sementara, dinas kesehatan setempat akan merujuknya ke RS di Jakarta.

Lihat Selengkapnya......

Masya Allah, Ada Ritual Sadis Menyetrika Payudara Gadis (Video)



Dengan dalih untuk menekan angka kehamilan remaja sebagai akibat dari kekerasan seksual, sebuah ritual sadis yang sangat mengerikan dilakukan terhadap banyak gadis di sebagian wilayah Afrika, terutama Kamerun. Ritual itu adalah menyetrika payudara gadis.

Dengan dada gadis yang rata, mereka percaya bahwa itu akan bisa menurunkan tingkat kehamilan seorang gadis dan akan menurunkan tingkat ketertarikan laki-laki terhadap wanita.


Sebagaimana dilaporkan CurrentTV, seorang ibu dari Kamerun percaya menyetrika payudara akan melindungi anak mereka dari kehamilan dan penyerangan atau kekerasan seksual. Tidak hanya itu, perlakuan paksa ini diharapkan mampu mengurangi jumlah laki-laki yang tertarik pada gadis.

Sejalan dengan pertumbuhan negara ini, para gadis mulai mengalami pubertas pada usia 9 tahun dan tunduk pada praktek brutal ini pada usia yang sama.
Setrika payudara dapat mengakibatkan berbagai masalah fisik, seperti luka bakar dan deformasi, belum lagi masalah psikologis.


http://info-panas.blogspot.com/2010/07/masya-allah-ada-ritual-sadis-menyetrika.html

Lihat Selengkapnya......
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Mau Duit Gratis Klik Disini

LinkWithin